HomeNewsSite MapLogin
 
 
     
 
 
Tokoh tokoh Inspiratif PDF Print E-mail
 
Santo Damian, SS.CC
 
Dialah yang sering dikenal sebagai pahlawan orang kusta dari Molokai. Lahir pada pada tanggal 3 Januari 1840 di Tremelo, Belgia; nama aslinya adalah Josef de Veuster. Ia masuk Kongregasi SS.CC pada tahun 1859 di Leuven, Belgia. Setelah ditahbiskan menjadi imam tanggal 21 Mei 1864, ia berkarya selama beberapa tahun di beberapa wilayah Puna dan Kohala di Kepulauan Hawaii.

Pada tahun 1873, Damian mendengar ceritera tentang Molokai, tempat para penderita kusta dibuang dalam keadaan tidak manusiawi. Ia merasa terpanggil untuk melayani orang-orang kusta di sana dan mendesak agar diijinkan untuk tinggal di Molokai. Pada tanggal 10 Mei 1873, ia tiba di Molokai dan mulai melayani para penderita kusta. Pada tahun 1884, ternyata Damian sendiri terjangkiti kusta. Ia meninggal pada tanggal 18 April 1889 akibat penyakit kusta yang dideritanya. Pada tahun 1936, jenazahnya dipindahkan ke Leuven, Belgia. Ia digelari "Beato - Yang Terberkati -oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1995.

Proses santifikasinya, yakni penggelaran menjadi santo pada 11 Oktober 2009. Untuk mendukung proses santifikasi ini, SS.CC Indonesia sedang menerbitkan dua buku: Damian: Sebuah Potret dan Damian: Abdi Allah - Abdi Kemanusiaan.

 
Venerabilis Eustaquio van Lieshout

Pater Eustaquio mengabdikan keseluruhan hidupnya sebagai seorang imam bagi mereka yang membutuhkan pelayanannya dan bahkan diberi penghargan oleh Raja Albert dari Belgia karena pelayanannya yang begitu luar biasa. Dia menjalankan sebuah karya kerasulan yang sangat tepat-guna di antara kaum miskin dan sakit, menunjukkan sebuah semangat kurban diri, penyangkalan diri dan cinta kasih tanpa batas. Sementara semakin banyak orang menyadari mengenai kebajikan agung yang dimiliki oleh imam yang suci ini, semakin banyak orang datang kepadanya, mencari kelegaan dan kesembuhan bagi tubuh dan jiwa. Dalam ketaatan kepada para superiornya, Pater Eustaquio menghindari demonstrasi antusiasme yang berlebihan untuk dapat melanjutkan pelayanan imamatnya. Beliau dipindahkan ke berbagai tempat di Brazil di mana dia dapat melayani dengan baik. Beliau memiliki anugerah-anugerah istimewa yang memampukannya untuk melakukan banyak mujizat penyembuhan. Berkat campur tangan Uskup Agung Antonio dos Santos Cabral, beliau ditugaskan ke Belo Horizonte di mana ia dapat hidup dan bekerja dengan damai. Sebagai pastor di Paroki Hati Kudus Yesus dan Maria, dengan semangat yang berkobar-kobar, Beliau melayani di pusat parokinya dan daerah sekitarnya dengan memberikan retret, menjadi pembicara pada konferensi-konferensi, berkotbah dan melayani siapa saja yang mencarinya.


Setelah menderita sakit dalam waktu yang tidak lama tetapi menyiksa; yang dideritanya dengan kepahlawanan injili yang sejati tanpa sedikitpun mengeluh, hidupnya yang telah menjadi berkat bagi begitu banyak orang harus berakhir. Selama masa lima tahun berikutnya, sejumlah besar orang yang hidupnya disentuh olehnya berbondong-bondong mengunjungi makamnya di Pekuburan Bonfirm. Pada tanggal 31 Januari 1949, pekuburannya digali dan sisa-sisa jenazahnya ditransfer ke Gereja Hati Kudus. Banyak orang terus berdatangan ke puzaranya dan dengan yakin memanjatkan permohonan dan mereka yang telah menerima anugerah-anugerah melalui pengantaraannya, datang untuk mengucapkan terima kasih.


 

What time is it?

Ulti Clocks content

Photo Gallery

 
  Design by augs-burg.de & go-vista.de  
 
     
 
   
Design by windows vista forum and energiesparlampen