Kemudian perkumpulan itu berganti nama menjadi Serikat Hati Yesus Yang Mahakudus. Anggotanya semakin bertambah. Mereka lalu membuat pembagian: ada anggota 'dalam' dan ada pula anggota 'luar'. Anggota 'dalam' hidup sebagai biarawati dalam sebuah komunitas dengan aturan tertentu namun tanpa kaul kekal. Para anggota luar tetap tinggal bersama keluarganya, namun tetap mengikuti sejumlah aturan Serikat, yakni Sembah Sujud di hadapan Sakramen Mahakudus dan sejumlah acara pendalaman iman lainnya.
Dalam perkembangan lebih lanjut, ditetapkan enam orang imam yang disebut Dewan Imam, yang diserahi tugas dan tanggungjawab memelihara kehidupan rohani para anggota Serikat tersebut. Sementara itu, Pastor Coudrin yang telah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1792, berusaha mengenal lebih dekat serikat itu. Pater Coudrin sendiri termasuk dalam Dewan Imam tadi.
Dalam tahun 1794, ia telah cukup megengenal Serikat tersebut dan menjadi sangat berpengaruh untuk perkembangan serikat itu. Dengan Serikat ini, Pastor Coudrin mulai memikirkan mendirikan satu Kongregasi yang terdiri dari Cabang Pria dan Cabang Wanita.
Setelah seorang wanita lain, Henriette Aymer de la Chevalerie menggabungkan diri dengan Serikat ini, cita-cita Pastor Coudrin mendirikan Kongregasi tadi menjadi semakin mantap. Henriette adalah seorang gadis Perancis. Ia pernah dipenjarakan karena terbukti menyembunyikan seorang imam dari pengejaran pemerintah. Kehidupan di penjara mengubah Henriette. Setelah bebas dari penjara, ia menarik diri dari keramaian dunia, sampai suatu ketika ia mendengar kotbah Pater Coudrin. Sejak itu ia bergabung dengan serikat tersebut dan mulai bekerja sama dengan Pater Coudrin merencanakan berdirinya sebuah kongregasi baru.
Tahun 1797, perencanaan dimatangkan. Sejumlah anggota ikut bergabung yang kemudian dinamakan "Rubiah". Pada tahun itu pula, kelompok rubiah yang diasuh oleh Pater Coudrin dan Henriette memisahkan diri dari Komunitas terdahulu yang dipimpin oleh Susana Geoffroy dan lalu tinggal di Rue des Hautes Trelles, Poitiers. Nama rumah itu Grand Maison , yang selanjutnya menjadi tempat lahirnya Kongregasi SS.CC.
Pada saat-saat awal ini, Pater Coudrin juga mencari calon-calon pria yang cocok untuk menjadi anggota SS.CC. Pada mulanya ia mendapatkan dua calon muda, kemudian menyusul banyak calon yang lain. Demikianlah kongregasi baru ini berjalan, sampai tiba 24 Desember 1800. Uskup Poitiers sendiri merestui berdirinya Kongregasi baru tersebut.
Kongregasi SS.CC terus berkembang dan Paus Pius VII meresmikannya dalam bula "Pastor Aeternus" tertanggal 17 November 1817.