HomeNewsSite MapLogin
 
 
     
 
 
Tentang Kami PDF Print E-mail
 
Dewan Pimpinan Propinsi

  • Pastor Yohanes Antun Wardoyo, SS.CC. (Propinsial)
  • Pastor Telesforus Nugroho Krisusanto, SS.CC. (Wakil propinsial)
  • Pastor Alfons Claes, SS.CC. (Anggota Dewan)
  • Pastor Felix Supranto, SS.CC. (Anggota Dewan)
  • Pastor Fransiskus Dedi Riberu, SS.CC. (Anggota Dewan)
  •  
    Sejarah
     
    Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria berdiri pada tahun 1800. Kongregasi ini didirikan oleh Pastor Pierre Coudrin dan Sr. Henriette Aymer pada tanggal 24 Desember 1800, saat resmi berdirinya SS.CC.

    Awal dari kongregasi ini ditandai dengan pengikraran Kaul Kekal Pierre Coudrin dan Henriette Aymer. Keduanya berasal dari Perancis. Pastor Coudrin kemudian memulai dengan komunitas para pater dan bruder SS.CC., sementara Suster Aymer memulai komunitas para Suster SS.CC. Pengikraran kaul-kaul kekal itu terjadi pada Malam Natal 24 Desember tahun 1800 di sebuah kapela kecil di Hautes Treilles, kota Poitiers, Perancis.

    Cikal bakal kelompok ini bermula dari satu perkumpulan yang terdiri dari beberapa wanita, dikepalai oleh Susana Geoffroy. Perkumpulan Hati Kudus Yesus tersebut dengan anggota awal empat orang, dibentuk dalam tahun 1792. Sejumlah aturan hidup harian ditetapkan, antara lain berdoa di muka Tabernakel. Beberapa pekerjaan di luar rumah pun disusun, antara lain mengajar agama bagi para remaja yang terlantar, menolong orang sakit, membantu para imam atau rohaniwan lain yang dikejar-kejar, mempersiapkan orang yang menghadapi kematian dan lain sebagainya.

    Kemudian perkumpulan itu berganti nama menjadi Serikat Hati Yesus Yang Mahakudus. Anggotanya semakin bertambah. Mereka lalu membuat pembagian: ada anggota 'dalam' dan ada pula anggota 'luar'. Anggota 'dalam' hidup sebagai biarawati dalam sebuah komunitas dengan aturan tertentu namun tanpa kaul kekal. Para anggota luar tetap tinggal bersama keluarganya, namun tetap mengikuti sejumlah aturan Serikat, yakni Sembah Sujud di hadapan Sakramen Mahakudus dan sejumlah acara pendalaman iman lainnya.

    Dalam perkembangan lebih lanjut, ditetapkan enam orang imam yang disebut Dewan Imam, yang diserahi tugas dan tanggungjawab memelihara kehidupan rohani para anggota Serikat tersebut. Sementara itu, Pastor Coudrin yang telah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1792, berusaha mengenal lebih dekat serikat itu. Pater Coudrin sendiri termasuk dalam Dewan Imam tadi.

    Dalam tahun 1794, ia telah cukup megengenal Serikat tersebut dan menjadi sangat berpengaruh untuk perkembangan serikat itu. Dengan Serikat ini, Pastor Coudrin mulai memikirkan mendirikan satu Kongregasi yang terdiri dari Cabang Pria dan Cabang Wanita.

    Setelah seorang wanita lain, Henriette Aymer de la Chevalerie menggabungkan diri dengan Serikat ini, cita-cita Pastor Coudrin mendirikan Kongregasi tadi menjadi semakin mantap. Henriette adalah seorang gadis Perancis. Ia pernah dipenjarakan karena terbukti menyembunyikan seorang imam dari pengejaran pemerintah. Kehidupan di penjara mengubah Henriette. Setelah bebas dari penjara, ia menarik diri dari keramaian dunia, sampai suatu ketika ia mendengar kotbah Pater Coudrin. Sejak itu ia bergabung dengan serikat tersebut dan mulai bekerja sama dengan Pater Coudrin merencanakan berdirinya sebuah kongregasi baru.

    Tahun 1797, perencanaan dimatangkan. Sejumlah anggota ikut bergabung yang kemudian dinamakan "Rubiah". Pada tahun itu pula, kelompok rubiah yang diasuh oleh Pater Coudrin dan Henriette memisahkan diri dari Komunitas terdahulu yang dipimpin oleh Susana Geoffroy dan lalu tinggal di Rue des Hautes Trelles, Poitiers. Nama rumah itu Grand Maison , yang selanjutnya menjadi tempat lahirnya Kongregasi SS.CC.

    Pada saat-saat awal ini, Pater Coudrin juga mencari calon-calon pria yang cocok untuk menjadi anggota SS.CC. Pada mulanya ia mendapatkan dua calon muda, kemudian menyusul banyak calon yang lain. Demikianlah kongregasi baru ini berjalan, sampai tiba 24 Desember 1800. Uskup Poitiers sendiri merestui berdirinya Kongregasi baru tersebut.

    Kongregasi SS.CC terus berkembang dan Paus Pius VII meresmikannya dalam bula "Pastor Aeternus" tertanggal 17 November 1817.


     

    What time is it?

    Ulti Clocks content

    Photo Gallery

     
      Design by augs-burg.de & go-vista.de  
     
         
     
       
    Design by windows vista forum and energiesparlampen